<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="2137">
 <titleInfo>
  <title>Promo Identitas Budaya Korea Selatan sebagai Upaya Diplomasi Melalui Acara Korea Festival Tahun 2017</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Anjanette Aletha Monica</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>LSPR</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Di  era  globalisasi  ini,  ada  banyak  cara  yang  dilakukan  oleh  suatu negara  untuk  melakukan  diplomasi  dengan  negara  lain. Perkembangan diplomasi  di  dunia  semakin  beragam  dan  berhubungan  dengan  isu-isu internasional.Rumusan  masalah  dalam  penelitian  ini  adalah  mengungkap identitas  budaya  yang  ingin  dikonstruksikan oleh  pemerintah  Korea  Selatan melalui  Korea  Festival  di  tahun  2017  dan  diplomasi  budaya  yang  dilakukan oleh  Korea  Tourism  Organization  yang  merupakan  suatu  kegiatan  yang dilakukan secara terencana dan sistematis di dalam globalisasi budaya Korea Selatan.   Konsep   yang   digunakan   dalam   penelitian   ini   adalah Konsep Diplomasi Budaya oleh Simon Mark (2009) dan Identitas Budaya oleh Stuart Hall (2006). Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dan metode studi kasus. Penelitian ini membahas tentang Korea Tourism Organization sebagai instansi  pemerintah  yang  melakukan  diplomasi  dan  membahas  tentang identitas budaya Korea Selatan dalam Korea Festival di tahun 2017. Hasil dari penelitian  ini  adalah  identitas  budaya  yang  dibangun  melalui  acara  Korea Festival 2017adalah Korea Selatan yang fundanfleksibel, mudah dipelajari budayanya,  serta  termasuk  dalam  penggunaan  diplomasi  budaya  yang terencana  dan  sistematis. Penelitianini dapat  memberikan  informasi  lebih lanjut untuk penelitian lainnya yang juga akan meneliti konsep diplomasi publik yang dilakukan oleh aktor negara seperti intansi pemerintah suatu negara&#13;
Kata kunci: Diplomasi Budaya, Budaya, Aktor Negara, Cultural Identity, Korea, Indonesia</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>international relations</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>2018</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>skripsi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Anjanette Aletha Monica</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Library LSPR Institute of Communication and Business Amani Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>S1.IR.06.2018</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S100327SP</numerationAndChronology>
    <sublocation>LSPR Sudirman Park</sublocation>
    <shelfLocator>S1.IR.06.2018</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>sampul_skripsi.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>2137</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-01-22 15:04:31</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-05-30 14:29:14</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>